October 29 2018 0Comment

Perencanaan Maintenance dan Pemasangan Chiller

Sistem Air Conditioner Sentral (Central) adalah suatu sistem Air Conditioner dimana proses pendinginan udara terpusat pada satu lokasi yg kemudian didistribusikan/dialirkan ke semua arah atau lokasi (satu Outdoor dengan beberapa indoor). Sistem ini memiliki beberapa komponen primer yaitu unit pendingin atau Chiller, Unit pengatur udara atau Air Handling Unit (AHU), Cooling Tower, system pemipaan, system saluran udara atau ducting dan system control & kelistrikan. Berikut merupakan komponen, cara kerja Air Conditioner Ruangan Sentral, dan Preventif Maintenance Air Conditioner Sentral Ruangan.

Komponen Air Conditioner Sentral Ruangan

1.Chiller (unit pendingin).

Chiller adalah mesin refrigerasi yang berfungsi buat mendinginkan air dalam sisi evaporatornya. Air dingin yg dihasilkan selanjutnya didistribusikan ke mesin penukar kalor ( FCU / Fan Coil Unit ).

Jenis Chiller berdasarkan pada jenis kompressornya :
a. Reciprocating
b. Screw
c. Centrifugal

Jenis Chiller berdasarkan pada jenis cara pendinginan kondensornya :
a. Air Cooler
b. Water Cooler

AHU (Air Handling Unit)/Unit Penanganan Udara

AHU Adalah suatu mesin penukar kalor, dimana udara panas dari ruangan dihembuskan melewati coil pendingin didalam AHU sebagai akibatnya menjadi udara dingin yg selanjutnya didistribusikan ke ruangan.

COOLING TOWER ( khusus untuk Chiller jenis Water Cooler ).

Adalah suatu mesin yg berfungsi buat mendinginkan air yang dipakai pendinginan condenssor Chiller menggunakan cara melewat air panas dalam filamen didalam cooling tower yang dihembus oleh udara sekitar menggunakan blower yang suhunya lebih rendah.

POMPA SIRKULASI.
Ada 2 jenis pompa aliran, yaitu :
a. Pompa peredaran air dingin ( Chilled Water Pump ) berfungsi mensirkulasikan air dingin dari Chiller ke Koil pendingin AHU / FCU.
B. Pompa Sirkulasi air pendingin ( Condenser Water Pump ).
Pompa ini hanya buat Chiller jenis Water Cooled & berfungsi buat mensirkulasikan air pendingin menurut kondensor Chiller ke Cooling Tower & seterusnya.

SISTEM KERJA Air Conditioner SENTRAL RUANGAN

Pada unit pendingin atau Chiller yang menganut system kompresi uap, komponennya terdiri berdasarkan kompresor, kondensor, indera ekspansi dan evaporator. Pada Chiller umumnya tipe kondensornya adalah water-cooled condenser. Air buat mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yg lalu outputnya didinginkan balik secara evaporative cooling pada cooling tower.

Pada komponen evaporator, apabila sistemnya indirect cooling maka fluida yang didinginkan tidak eksklusif udara melainkan air yang dialirkan melalui system pemipaan. Air yg mengalami pendinginan pada evaporator dialirkan menuju system penanganan udara (AHU) menuju koil pendingin.

Jika kita perhatikan komponen-komponen apa saja yg ada pada dalamnya maka setiap AHU akan mempunyai :

Filter merupakan penyaring udara berdasarkan kotoran, debu, atau partikel-partikel lainnya sehingga diharapkan udara yang dihasilkan lebih higienis. Filter ini dibedakan berdasarkan kelas-kelasnya.
Centrifugal fan adalah kipas/blower sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju ruangan-ruangan.
Koil pendingin, merupakan komponen yg berfungsi menurunkan temperatur udara.
Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini merupakan menyedot udara dari ruangan (return air) yang lalu dicampur menggunakan udara segar menurut lingkungan (fresh air) menggunakan komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai asa. Campuran udara tersebut masuk menuju AHU melewati filter, fan sentrifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yg telah mengalami penurunan temperatur didistribusikan secara merata ke setiap ruangan melewati saluran udara (ducting) yang sudah dibuat terlebih dahulu sebagai akibatnya lokasi yang jauh sekalipun sanggup terjangkau.

Beberapa kelemahan menurut sistem ini adalah apabila satu komponen mengalami kerusakan & sistem Air Conditioner sentral tidak hayati maka seluruh ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu jika temperatur udara terlalu rendah atau dingin maka pengaturannya wajib pada termostat di koil pendingin pada komponen AHU.

Dari penerangan diatas, jelas sistem Air Conditioner Sentral sangat tidak sama menggunakan Air Conditioner Split baik dari segi fungsi maupun berdasarkan segi instalasi. Istilah Sistem Air Conditioner Sentral (Central) diperuntukkan buat instalasi Air Conditioner pada satu gedung yg tidak mempunyai pengatur suhu sendiri-sendiri (misalnya per ruang). Semua dikontrol di satu titik dan lalu hawa dinginnya didistribusikan menggunakan pipa ke ruangan-ruangan. Dengan Air Conditioner Central yang sanggup dilakukan cuma mengecilkan & membesarkan lubang loka hawa dingin Air Conditioner masuk ke ruang kita. Contoh Air Conditioner Central merupakan di mall, gedung mimbar, gedung perkantoran yang luas atau di dalam bis ber-Air Conditioner.

MAINTENANCE Air Conditioner (perawatan Air Conditioner) SENTRAL Ruangan

1. Mempersiapkan perawatan mesin
1.1. Semua proses perawatan dan perbaikan dilaksanakan sinkron mekanisme & SOP yang ditentukan,
1.Dua. Selalu bersifat koordinatif dengan pimpinan supaya menghasilkan pekerjaan seefisien mungkin,
1.Tiga. Jadual perawatan, jadual alat-alat dan inspeksi spesifikasi alat disiapkan agar efektif sinkron kebutuhan.
1.4. Kelengkapan bahan yang akan digunakan : bahan cairan pembersih, lap pembersih ; bila perlu kompresor udara,diperiksa & diurutkan sinkron prosedur perawatan.
1.Lima. Perkakas bongkar pasang & alat ukur yg dibutuhkan diperiksa agar bisa bekerja menggunakan baik & kondusif
dua. Merawat memperbaiki mesin Air Conditioner Sentral bagian luar
dua.1. Perawatan mesin pendingin dilaksanakan sesuai mekanisme SOP yang dipengaruhi
dua.2. Gambar denah mesin dibaca & didiagnosis menggunakan baik dan teliti
dua.Tiga. Debu/kotoran luar dibersihkan menggunakan cairan pembersih tanpa merusak bahan mesin.
2.4.Filter udara, evaporator dan kondensor dengan kompresor udara hisap dibersihkan sesudah diberi disinfectan & cairan pembersih.
Dua.Lima. Deposit yang sulit & inheren pada dinding penukar kalor dibersihkan dengan cara kimia atau fisis sesuai menggunakan mekanisme yang dipengaruhi
dua.6. Kebocoran pipa diidentifikasi & segera diperbaiki
dua.7. Kesalahan kerja alat-alat diidentifikasi & dicari asal kesalahan kerja indera tersebut.
Dua.8. Alat ukur, indera kontrol & asesori diperiksa & dilakukan perawatan yg dibutuhkan.
Tiga. Merawat & memperbaiki mesin Air Conditioner Sentral sesuai ketentuan
tiga.1. Sebelum dilakukan pembongkar mesin terlebih dahulu dilakukan pengeluaran refrijeran.
Tiga.2. Bagian dalam mesin dibersihkan dengan metode vakum bagian pada sinkron prosedur yg Ditentukan
tiga.3. Katub ekspansi atau pipa kapiler perluasan dibersihkan dengan kompresor uadara.
3.4. Desican dibersihkan, direkondisi dan dimasang pulang sinkron prosedur yg dipengaruhi
tiga.5. Nosel pengkabut refrijerran dibersihkan dan dipasang pulang tanpa Mengganggu indera sesuai ketentuan
3.6. Alat ukuir, indera kontrol, alat pengaman listrik & asesori lainnya diperiksa, kerusakan diperbaiki dan dipasang kembali sesuai ketentuan
3.7. Peralatan rusak yg tidak mungkin diperbaiki diganti dengan indera baru serta dipasang kembali tanpa adanya kerusakan alat
tiga.8. Untuk mengganti indera yg rusak sinkron spesifikasinya dilakukan pengadaan barang.
Tiga.9. Dijaga agar refriferan cair & pelumas tidak masuk kedalam kompresor.
Tiga.10. Kelengkapan pemasangan mesin diperiksa & dilakukan re-instal buat meyakinkan bahwa bekerja dengan baik. Sistem sudah dapat
3.11. Semua pekerjaan dilaksanakan dengan tidak terdapat kesalahan berarti dan nir mengulangi pekerjaan.
3.12. Semua pekerjaan dilaksanakan sinkron dengan waktu yang dipengaruhi dalam kontrak kerja
4. Mengevaluasi dan mempelajari hasil perawatan
4.1. Selama pekerjaan berlangsung kualitas hasil pekerjaan selalu diperiksa supaya nir terjadi pengulangan pekerjaan.
4.2. Jika terjadi penyimpangan/kasus wajib didiskusikan menggunakan pimpinan atau seorang ahli yg berwenang sesauai mekanisme yg berlaku.
4.3. Semua insiden perawatan & perbaikan dicatat menggunakan teliti pada buku perawatan mesin bersangkutan & diperkirakan jadual perawatan selanjutnya.
4.4. Hasil pekerjaan diperiksa dengan seksama pada akhir pekerjaan buat meyakinkan sesuai dengan yang diperlukan. 4.Lima. Dibuat laporan output pekerjaan kepada pemberi kerja sinkron dengan tugasnya. (engdept-engdept)

admin

Write a Reply or Comment