Cara Menghitung Fan Pada Close House : Anak Muda Harus Melek Ventilasi

Halooo. Terima kasih telah mengunjungi web Konsultan hvac. Salam kenal dari kami, Kontraktor HVAC. Kami adalah perusahaan yang bergerak dalam industri AC, suku cadang AC, teknisi AC, teknisi listrik, teknisi mekanik, suku cadang mesin, split ducted, AC split, ducting, system dvms elektrical serta instalasi AC central. Download di sini untuk mengetahui kami lebih lanjut.

Pada ulasan kali ini, kita akan membahas ventilasi pada close house. Sedikit informasi, close house ini umum digunakan di dunia perkandangan untuk perunggasan. Ya, bagi mereka yang menggeluti bidang ini, tentu tidak asing dengan open ataupun close house. Keduanya sering mereka pakai untuk system rumah alias perkandangan untuk hewan ternak mereka.

Adapun maksud dari opened house adalah bukan dalam artian open house di hari-hari besar seperti lebaran atau natalan, melainkan sebuah kandang atau rumah untuk unggas yang berupa panggung atau postal.

Kandang terbuka jenis ini sangat konvensional. Sirkulasi udara hanya mengandalkan buka tutup tirai kandang. Selain itu, dengan mengandalkan buka tutup tirai yang masuk dari luar kandang, maka kandang terbuka terutama tipe postal, sangat rentan terpapar kadar ammonia yang tinggi.

Apalagi jika kualitas litter kandang. Sudah menurun karena rasio C/N yang sudah tidak seimbang. Kadar ammonia dalam kandang pun akan sulit ditekan.

Sedangkan pada close house umunya menggunakan system tunnel untuk sirkulasi udaranya. Sebelum membahas lebih jauh, eh maksudnya jauh, apa itu system tunnel, ada baiknya kita mengulik close house nya lebih dulu.

Jadi, penggunaan close house memberikan banyak keuntungan. Setidaknya, ya dua keuntungan deh. Keuntungan yang pertama ada di segi teknis, dimana penciptaan kondisi lingkungan dalam kandang yang nyaman bagi hewan ternak hingga ia tumbuh maksimal mencapai potensi genetiknya dengan kualitas prima.

Ada pula faktor ekonomi yang memungkinkan populasi lebih tinggi dalam luasan yang sama, sehingga biaya produksi per-ekornya berkurang dan daya saing pun meningkat.

Dalam system closed house ini, ventilasi berperan penting sebagai sarana sirkulasi pertukaran udara. Nah, ventilasi yang dimaksud adalah dengan system tunnel.

System itu membuat udara segar ditarik dari luar kandang menggunakan kipas yang berada di ujung lorong kandang. Karena kipas dalam closed house bertipe tunnel ini berfungsi untuk menyedot angin segar sekaligus membuang udara pengap yang ada di dalam kandang, maka disebut juga negative pressure.

Sirkulasi udara pada model kandang tunnel dihasilkan oleh tekanan negative yang dihasilkan oleh exhaust fan. Tekanan negative ini menyebabkan udara masuk ke dalam lorong atau kandang melalui inlet alias tempat masuk udara yang berada berseberangan dengan exhaust fan.

Biasanya, alat itu berada di sisi kiri dan kanan kandang. Semakin besar kapasitas exhaust fan, maka tekanan dalam kandang akan semakin besar pula. Tentu saja, hal ini harus diimbangi dengan inlet yang memadai hehe.

Selain berfungsi untuk mengganti udara kotor di dalam kandang, pergerakan udara yang ditarik oleh kipas melalui inlet juga dapat memberikan efek dingin bagi ternak.

Pergerakan udara yang terjadi di dalam kandang yang memberikan efek dingin bagi ternak dalam istilah ilmiahnya adalah wind chill effect. Semakin cepat pergerakan udara, maka suhu aktual yang dirasakan oleh ternak yang ada di dalam kandang akan semakin dingin.

Maka dalam mengatur settingan hidup dan mati (intermitten) kipas dalam kandang, sebaiknya tidak hanya terpaku pada suhu ruangan kandang. Perhatikan juga kecepatan angin dari kipas, bukaan inlet,  serta berapa lama kipas tersebut dinyalakan.

Semakin besar usia ayam maka rasa dingin terhadap pergerakan udara akan semakin rendah. Maka selaku manajer kandang harus bisa mengukur dengan tepat, berapa suhu yang diinginkan oleh ternak, juga apakah bukaan kipas dengan rentang intermitten kipas sudah dapat menggantikan udara kotor di dalam kandang.

Lantas, bagaimana menentukan fan yang tepat agar menghasilkan suhu yang diinginkan dan apakah bukaan kipas alias fan dengan rentang intermitten sudah dapat menggantikan udara kotor dalam kandang? Mari kita bahas. Tapi pastikan order fan nya di Kontraktor HVAC ya. Hahahaha.

Baiklah, untuk mendapatkan hal di atas tadi, kita butuh formula ventilasi close house system. Dalam formula ini nantinya kita akan mendapatkan keempat hal dalam ventilasi yang tidak dapat dilihat, namun dapat diukur.

Keempat hal yang dimaksud adalah oksigen, kecepatan angina dan volume, temperature, dan kelembaban relative.

Nah, untuk formula ventilasi pada close house system ini, kami menggunakan system ventilasi tunnel evaporate alias system tunnel dengan pendingin evaporasi yang paling sederhana namun paling banyak dipakai di Indonesia.

Hal pertama yang harus kita tau adalah Dimensi Kandang. Kita ambil contoh kandang dengan ukuran panjang 50 meter, lebar 8 meter, tinggi rata-rata 2.5 meter. Untuk volume kandang kita dapat menghitungnya dengan mengalikan panjang, lebar dan tingginya.

Maka didapat 50 x 8 x 2.5 = 1000 m3. Sedangkan luas penampang bisa kita dapat dengan mengalikan lebar dengan tinggi.  Maka didapat 8 x 2.5 = 20 m2.

Yang kedua adalah kecepatan angin yang dibutuhkan adalah 2 meter/detik.

Yang ketiga menentukan kapasitas kipas alias Exhaust Fan. Setelah didapat dimensi kandang dan kecepatan angin yang dibutuhkan, kita dapat menentukan berapa kapasitas kipas yang kita butuhkan, yaitu dengan mengalikan antara luas penampang dengan kecepatan angin kemudian dikalikan lagi 3600.

Maka didapat (20 x 2) x 3600 = 144.000 m3/jam. Dalam produk umum di pasaran, satuan nkapasitas biasanya memakai CFM (Cubic Feet per Minute). Maka 144.000 m3/jam x 0.5886 (konversi) = 84.758 Cfm

Selanjutnya, dari kapasitas kipas kita bisa menentukan jumlah kipas yang dibutuhkan. Dalam produk umum di pasaran, kipas yang diproduksi terbagi dalam standart ukuran dan kapasitas sesuai standart internasional. Sebagai contoh, kipas 36 inch = 15.500 Cfm, KIpas 52 Inch = 24.500 Cfm dan lain-lainnya.

Kemampuan yang tertera tersebut dalam static pressure/tekanan negative adalah 0.20 pa. Namun agar lebih pasti dalam membeli fan, ada baiknya memperhatikan spesifikasi pada name plate kipas dan motor yang dipakai harus sesuai standart yang dibutuhkan oleh kipas.

Sebagai contoh, bisa kita gunakan kipas berukuran 36 inch dengan kapasitas 10.500 Cfm. Maka jumlah kipas yang dibutuhkan adalah Kapasitas kipas total : kapasitas 1 kipas = 84.758 : 15.500 = 5.5 kipas. Dan kalau dibulatkan menjadi 6 kipas.

Sudah selesai? Tentu belum. Kita akan mengetahui pergantian udara (air exchange) untuk ukuran kandang yang tadi sudah kita hitung luas dan jumlah kipasnya. Caranya adalah dengan membagi antara panjang lintasan ventilasi (panjang kandang efektif) dengan kecepatan angina.

Maka diperoleh 50 meter : 2 meter/detik = 25 detik. Jadi dibutuhkan waktu 25 detik untuk menarik udara dalam kandang dan menggantikannya dengan udara baru dengan menjalankan 6 kipas.

Setelah pergantian udara, kebutuhan luas penampang PAD juga perlu kita ketahui. Dalam system pendingin/penaik kelembaban, banyak metode yang bisa dipakai untuk merancang sendiri PAD. Bisa dengan cara tradisional, yaitu dengan menggunakan karung, batu bata, tanah liat hingga yang modern dengan menggunakan cooling pabrikan yang terbuat dari kertas maupun keramik.

Semua bisa digunakan, namun yang perlu diingat adalah fungsi dan aplikasinya harus tepat, yaitu fungsi evaporasi yang efektif pada saat di pakai dan ukuran yang tepat dalam pemakaiannya.  Bagaimana cara mwngetahuinya? Begini, dalam formula ventilasi, para ahli ventilasi menyarankan bahwa kecepatan angin maksimal yang melalui PAD pada saat kemampuan kipas maksimal adalah 2 meter/detik atau setara dengan 400 feet/menit.

Ini didapat dari hasil analisa ilmiah bahwa tingkat efektivitas evaporasi cooling yang baik ada pada maksimal kecepatan angin tersebut. Maka luas penampang PAD = Kapasitas kipas total : 2 mtr/det

= (144.000/3600) : 2

= 20 m2. Apabila tinggi PAD kita pakai 1.8 meter, maka: panjang PAD yang dibutuhkan adalah luas penampang : tinggi. Akan didapat 20 : 1.8 = 11.2 meter

Nah, ukuran PAD yang akan dibuat kan sudah didapat nih. Adapun pengaplikasiannya bisa kita letak di samping-samping atau membentuk letter U atau samping samping dan depan.

Pada bentuk samping samping, panjangnya masing-masing adalah  5.6 meter.

Sedangkan pada letter U, depannya 8 meter, kedua sampingnya masing-masing berukuran 1.6 meter.

Dan sampailah kita pada bagian yang terakhir. Adala inlet yang merupakan hal penting dalam ventilasi. Inlet adalah factor yang mempengaruhi tekanan negative atau static pressure dalam kandang.

Di mana hal ini akan mempengaruhi fungsi kemampuan exhaust fan dan distribusi udara dalam kandang. Tidak tepatnya inlet akan berpengaruh pada munculnya dead spot atau titik mati udara, yaitu titik di mana tidak ada distribusi pergantian udara. Maka dari itu, mutlak diperlukan inlet untuk satu sitem ventilasi. Adapun dimensi inlet yang baik adalah

  1. layar inlet dipasang 1 meter dari PAD Cooling dan sepanjang PAD
  2. Titik bawah di set lebih tinggi ¼ dari tinggi PAD Cooling
  3. Layar/material inlet terbuat dari bahan kedap udara

Demikian ulasan untuk perhitungan fan pada close house system ini dibuat. Semoga bermanfaat dan jangan lupa orderannya yaa. Hehehe

KONSULTASIKAN PROJEK ANDA KEPADA KAMI

Dengan pengalaman selama 15 tahun, kami dipercaya menyelesaikan berbagai projek tata udara  dalam hal Instalasi (Heating, Ventilating, & Air Conditioning) & Pengadaan 

Diantara nya : Rumah Sakit, Apartemen, Industri, Pemerintahan, Rumah Ibadah, Perumahan.

Isi form di bawah ini untuk  mendapatkan pelayanan terbaik dari kami

Tags: ,

Write a Reply or Comment