Tata Udara pada Bangunan Rumah Sakit

Harapan Kontraktor HVAC setelah Webinar Sosialisasi Instalasi Tata Udara pada Bangunan Rumah Sakit

Jumat, 19 Februari 2021 lalu, terselenggara Webinar Sosialisasi Instalasi Tata Udara pada Bangunan Rumah Sakit. Webinar ini diinisiasi oleh PT. Mechtron Mastevi Indonesia selaku Kontraktor HVAC dan didukung oleh KARS juga Fasyankes Kemenkes. Kontraktor HVAC menyadari sepenuhnya bahwa di masa New Normal ini banyak yang harus disesuaikan termasuk, Tata Udara, dan tidak terkecuali Tata Udara pada Rumah Sakit.

Rumah sakit yang pada umumnya diisi oleh pasien dengan berbagai keluhan tentu membawa potensi menularkan infeksi/penyakit. Terlebih di masa pandemic ini, kita sama-sama ketahui bahwa virus corona bisa menyebar hingga 17% apabila tinggal serumah dengan yang terinfeksi. Itu hanya di rumah tinggal. Kalau di rumah sakit, persentasenya jauh lebih tinggi.

Oleh karenanya, diperlukan kekhususan teknis pada rumah sakit yang tidak ditemui di bangunan/gedung umum lainnya. Terutama terkait dengan peralatan dan instalasi Tata Udara.

Rumah sakit adalah bangunan yang berpotensi menularkan penyakit/infeksi. Bakteri, virus, mikroorganisme yang berada di udara (airborne microorganism), jamur, dan sumber-sumber penyakit lainnya yang dapat menular merupakan hal yang harus menjadi perhatian dalam sistem tata udara.

Untuk mencegah berkembang biak dan tumbuh suburnya mikroorganisme tersebut, terutama untuk ruangan-ruangan khusus seperti di ruang operasi/bedah, ruang Isolasi dll dimana diperlukan pengaturan sistem tata udara. Perlakuan yang benar terhadap sistem tata udara pada ruangan khusus tersebut harus memperhatikan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan baik bagi pasien maupun pengguna rumah sakit lainnya.

Para peserta Webinar sudah paham betul tentang konsep awal ini. Namun yang perlu menjadi catatan adalah di masa New Normal sekarang terdapat perubahan fungsi maupun desain pada bangunan rumah sakit. Seperti awalnya ruangan operasi yang memerlukan tekanan udara positif, kini berubah menjadi tekanan negative. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan pasien yang dioperasi adalah pasien dengan penyakit infeksi emerging seperti covid-19

Oleh karena itu, pada webinar Jumat lalu, Kontraktor HVAC turut mengundang Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai pembicara. Materi yang dibawakan oleh Direktorat Fasyankes adalah Master Plan Bangunan Rumah Sakit di Era New Normal.

Dalam penyampaiannya, Fasyankes menekankan bahwa sistem tata udara pada prinsip-prinsip design prasarana (utilitas) ruang isolasi PIE Covid-19 harus di design oleh super specialist. Sistem tata udara khusus terdiri dari 6 parameter yang perlu dikontrol yaitu :


  • Temperatur -> 24+-2C
  • Kelembaban relative -> 60%
  • Tekanan udara -> Negatif, berjenjang mulai dari koridor, airlock, r.isolasi
  • Jumlah udara ventilasi -> min. 2ACH, total 12 ACH
  • Filtrasi -> udara suplai dilengkapi pre filter & medium filter, exhaust dilengkapi Hepa Filter
  • Distribusi udara di dalam ruangan -> flow udara bergerak dari plafon dekat pintu segaris tempat tidur pasien ditarik menuju dinding bawah posisi kepala pasien.

Selain Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Kontraktor HVAC juga mengundang Komite Akreditasi Rumah Sakit sebagai pembicara. Dalam kesempatan ini, KARS membawakan marteri Cegah Infeksi Nosocomial Melalui Tata Udara yang Maksimal. HVAC juga mengundang

Dalam pemaparannya, KARS kembali menerangkan bahwa rumah sakit merupakan bangunan yang penuh dengan sumber penyakit dan infeksi. Oleh karena itu harus diperhatikan dan dikendalikan kemungkinan-kemungkinan terjadinya penyebaran infeksi terutama melalui udara (airborne infection).

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah pengaplikasian sistem tata udara pada bangunan rumah sakit harus benar, terutama untuk ruangan-ruangan khusus seperti di ruang operasi/ bedah, ruang Isolasi dll diperlukan pengaturan temperatur, kelembaban udara relatif, kebersihan cara filtrasi dan udara ventilasinya, tekanan ruangan yang positif dan negatif, perbedaan tekanan antar ruang fungsi tertentu dengan ruang disebelahnya, dan distribusi udara didalam ruangan untuk meminimalkan sumber penyakit agar tidak menyebar ke udara (airborne) yang memperbesar kemungkinan terjadinya penularan penyakit.

KARS juga menyampaikan beberapa regulasi penempatan pasien diantaranya adalah penyediaan ruangan isolasi tekanan negatif dengan ventilasi mekanis atau alami untuk pasien dengan penyakit infeksi airborne.

Ruang isolasi utk Penyakit Infeksi Emerging (PIE), seperti Covid-19, SARS dan infeksi emerging lainnya sedikit berbeda dng ruang isolasi utk infeksius biasa. Ini disebabkan karena mikroorganisme jenis baru yg menjadi epidemic/pandemi belum diketahui secara pasti cara penularannya.

Oleh karenanya diperlukan sistem tata udara khusus untuk mencegah berkembang biak dan tumbuh suburnya mikroorganisme penyebab penyakit, penularan penyakit dan memperoleh tingkat kenyamanan termal.


KARS merekomendasikan ruang perawatan isolasi dilengkapi ruangan antara kedap udara (airlock) dan tekanan ruangan dibuat -5Pa terhadap koridor, sedangkan ruangan perawatan isolasi pasien termasuk toilet di dalamnya dibuat tekanan -15Pa.

Koridor direkomendasikan memiliki tekanan positif, karena fungsinya sekaligus sebagai airlock yang ke-2, dan sebagai area tempat tenaga kesehatan memonitor pasien, sehingga diharapkan sistem tata udara di koridor dapat mengurangi kontaminan yang dibawa oleh petugas kesehatan setelah keluar dari ruangan pasien.

Adapun pada ruang utilitas kotor, tekanan udara dibuat berjenjang yaitu ruangan spoelhook dibuat tekanan -10Pa dan airlock dibuat -5Pa.


Desain sistem tata udara (HVAC) di ruangan isolasi PIE ini tetap mengacu pada ruangan isolasi infeksius yaitu 12 x ACH utk ruang pasien, 6-10 x ACH utkRuang airlock, utilitas kotor & ruang ganti petugas dan direkomendasikan untuk suplai udaranya menggunakan 100% udara segar (all fresh air) serta distribusi aliran udara yg konstan (constant air flow).

Untuk udara suplai (Supply Air/SA) dilengkapi dengan pre filter dengan efisiensi filtrasi 35% (MERV 7) & medium filter (MERV 13/14). Sementara udara buangan (Exhaust Air/EA) dilengkapi dng HEPA filter.

Letak difuser udara suplai di plafon dekat pintu segaris TT pasien, sementara letak difuser exhaust di dinding bawah dekat kepala tempat tidur.

Sedangkan untuk pemasangan sistem exhaust, KARS memberi beberapa saran, diantaranya :

  • Letakkan exhaust fan di luar, apabila memungkinkan
  • Jika exhaust fan ada di dalam, gunakan konstruksi ducting las di bagian hilir fan
  • Bag in/bag out prefilter/HEPA filter pada bagian hulu exhaust fan
  • Exhaust fan dilengkapi VFD (Variable Frequencies Drives) untuk menyesuaikan kecepatan kipas saat filter load up
  • Letakkan kipas pembuangan (fan discharge) sejauh mungkin dari semua intake dan letakkan di atas atap
  • Sediakan suplai listrik darurat (emergency power) untuk menggerakkan kipas

Hal yang penting sebagai catatan untuk sistem tata udara di ruang isolasi ini adalah

  • Ruang isolasi harus terpisah dengan sistem tata udara bangunan utama.
  • Kelengkapan alat monitoring sistem tata udara juga harus dilengkapi, yaitu tiap-tiap ruangan dilengkapi dengan sistem alarm untuk tekanan ruangan agar kondisi tekanan negatif ruangan tetap termonitor. Monitor diletakkan di koridor luar ruangan antara.
  • Kapasitas pendinginan AC untuk 1 ruangan perawatan isolasi termasuk airlock adalah 6-8 hp dengan flow rate udara sekitar 850 CFM (1445 CMH).
  • Temperatur ruangan dibuat 24+20C dengan kelembaban relative 60%.
  • Berkaitan dengan pekerjaan arsitektur dan struktur, semua ruangan dibangun harus dapat meminimalkan kebocoran udara (leakage area) dan mendukung tekanan udara sesuai peruntukannya.
  • Semua ruangan di ruang isolasi ini disediakan free hand washtafel untuk pencuci tangan.

Kontraktor HVAC menyadari masih banyak ruangan atau kebutuhan lain pada bnagunan rumah sakit yang memerlukan tata udara khusus. Namun, pandemi yang disusul dengan masa New Normal ini menjadikan ruang isolasi perhatian khusus untuk penanganan pasien covid-19. Dengan terselenggaranya webinar ini Kontraktor HVAC berharap bisa memberi dampak positif dalam pengkondisian udara pada Bangunan Rumah Sakit, khususnya ruang isolasi.  

KONSULTASIKAN PROJEK ANDA KEPADA KAMI

Dengan pengalaman selama 15 tahun, kami dipercaya menyelesaikan berbagai projek tata udara  dalam hal Instalasi (Heating, Ventilating, & Air Conditioning) & Pengadaan 

Diantara nya : Rumah Sakit, Apartemen, Industri, Pemerintahan, Rumah Ibadah, Perumahan.

Isi form di bawah ini untuk  mendapatkan pelayanan terbaik dari kami

Write a Reply or Comment