Pengurus BKM · Yayasan · Panitia pembangunan

Sejuk Saat Jumat Penuh, Tetap Wajar Saat Subuh Sepi.

Masjid punya bentuk beban yang tidak dimiliki bangunan lain: hampir kosong sebagian besar hari, lalu penuh sesak beberapa jam dalam sepekan. Merancang tata udaranya seperti merancang kantor adalah cara tercepat membuat tagihan listrik jadi beban pengurus.

  • Kapasitas AC bisa ditekan
  • Satu kipas menyapu puluhan meter
  • Sekaligus pemasangannya
Ruang salat masjid berlangit langit tinggi dengan beberapa kipas berdiameter besar
Satu unit sampai 40 m
Bukan puluhan kipas kecil
20 × 20 × 5 mukuran masjid pada contoh perhitungan di halaman ini
32 PKperkiraan kebutuhan bila seluruhnya mengandalkan AC
3 sampai 5,5×diameter kipas, itulah jangkauan sapuan udaranya
7tipe unit, dari yang digantung sampai yang bisa dipindah

Yang membuat masjid berbeda dari gedung lain

Bebannya tidak rata, dan di situlah uangnya terbuang

Kantor dipakai delapan jam sehari dengan jumlah orang yang kurang lebih tetap. Masjid tidak. Perbedaan itu mengubah seluruh cara menghitungnya.

Kosong hampir sepanjang hari

Di luar waktu salat, ruang utama masjid nyaris tidak berpenghuni. Sistem yang dirancang untuk beban puncak akan menganggur di sebagian besar jam, tetapi biaya belinya sudah telanjur dikeluarkan penuh.

Penuh sesak beberapa jam sepekan

Salat Jumat, tarawih, dan hari raya mengisi ruangan sampai ke teras. Kalau kapasitasnya dipas dengan hari biasa, justru di saat yang paling penting jemaah kepanasan.

Dibiayai kotak amal

Berbeda dari gedung komersial, biaya operasional masjid tidak punya pemasukan yang mengikuti pemakaian. Setiap rupiah tagihan bulanan adalah rupiah yang tidak jadi dipakai untuk kegiatan lain.

Karena itu pertanyaannya bukan “AC atau kipas”, melainkan bagaimana menyusun keduanya supaya ruangan sanggup menghadapi beban puncak tanpa membebani pengurus di hari hari biasa.

Ruang dalam masjid yang seluruhnya mengandalkan pendingin udara

Pilihan pertama yang biasa terpikir

Kenapa kami tidak menyarankan seratus persen AC

Ambil contoh masjid berukuran 20 meter kali 20 meter dengan tinggi 5 meter. Kalau pendinginannya sepenuhnya diserahkan ke AC, kebutuhannya sekitar 32 PK. Itu baru unit AC-nya, belum lampu, tata suara, pompa air, dan keperluan lain yang juga menarik daya.

Dua biaya yang sering terlupa saat menghitung: daya listrik terpasang mungkin harus dinaikkan lebih dulu, dan itu biaya beban yang berjalan tiap bulan selamanya, bukan sekali bayar. Ditambah perawatan berkala untuk unit sebanyak itu.

  • Biaya pembelian dan pemasangan unit sebanyak itu tidak kecil
  • Tagihan bulanannya berjalan terus, termasuk di bulan yang sepi
  • Semakin tinggi kubahnya, semakin banyak udara yang didinginkan tanpa ada yang menikmatinya

Pilihan kedua yang biasa terpikir

Dan kenapa puluhan kipas kecil juga bukan jawabannya

Memasang banyak kipas dinding memang jauh lebih murah di awal. Masalahnya muncul setelah terpasang, dan biasanya baru disadari saat jemaah mulai mengeluh.

  • Anginnya tidak merata. Saf yang tepat di bawah kipas kedinginan, saf di antaranya tidak kebagian sama sekali.
  • Berisik. Puluhan motor kecil berputar kencang menghasilkan dengung yang mengganggu khutbah dan bacaan imam. Ini keluhan yang paling sering sampai ke pengurus.
  • Anginnya menerpa wajah. Kipas dinding menghembus mendatar setinggi kepala orang berdiri, padahal jemaah lebih lama berada dalam posisi duduk dan sujud.
  • Perawatannya berlipat. Dua puluh kipas berarti dua puluh titik yang harus dibersihkan, dicek kabelnya, dan diganti kalau rusak.
Ruang dalam masjid dengan beberapa kipas angin berdiri dan kipas dinding

Yang kami sarankan

Kipas berdiameter besar, ditambah AC berkapasitas lebih kecil

Kipas menggerakkan seluruh udara ruangan sehingga suhu yang sama terasa lebih sejuk. Karena itu AC-nya tidak perlu sebesar perhitungan tanpa kipas.

PendekatanUntuk contoh masjid 20 × 20 × 5 meterKonsekuensinya
Seluruhnya ACSekitar 32 PKBiaya beli dan tagihan bulanan paling berat
Seluruhnya kipas kecilPuluhan unitMurah di awal, tetapi berisik, tidak merata, dan banyak titik rawat
Kipas besar ditambah ACSatu kipas berdiameter 7,32 m ditambah sekitar 16 PKBeban puncak tetap tertangani, biaya harian jauh lebih ringan
Kipas berdiameter besar dipasangkan dengan unit AC floor standing di dalam masjid
Kipas besar ditambah AC floor standingAC floor standing dipilih karena satu unitnya bisa mencapai kapasitas besar, sehingga tidak perlu banyak unit untuk ruangan seluas ruang salat, dan tidak menuntut pekerjaan plafon.

Cara menghitung jangkauan kipasnya

Satu unit menyapu area selebar sekitar tiga sampai lima setengah kali diameter bilahnya. Untuk unit berdiameter 7,32 meter, itu berarti sisi ruangan sekitar 22 meter pada perhitungan paling rapat, sampai sekitar 40 meter pada perhitungan paling longgar.

Karena itu masjid berukuran 20 sampai 22 meter per sisi umumnya cukup dilayani satu unit terbesar. Masjid yang lebih luas atau bersaf memanjang biasanya memerlukan lebih dari satu unit, dengan jarak antar unit diatur supaya tidak ada saf yang berada di area mati.

Angka pada contoh di atas berasal dari satu ukuran masjid tertentu, jadi perlakukan sebagai gambaran, bukan sebagai janji untuk masjid Anda. Kirimkan ukuran masjid Anda lewat formulir dan perhitungannya kami buatkan sesuai bangunannya sendiri.

Empat hal yang hanya ada di masjid

Yang perlu diperhitungkan selain angka kapasitas

Ini yang membedakan merancang tata udara masjid dari merancang gudang berukuran sama.

Yang dilayani ketinggian lantai, bukan setinggi kepala

Jemaah lebih lama duduk dan sujud daripada berdiri. Aliran udara yang terasa enak bagi orang berdiri belum tentu sampai ke saf yang sedang duduk, dan sebaliknya angin yang terlalu kencang di lantai justru mengganggu.

Suara tidak boleh mengganggu

Khutbah, azan, dan bacaan imam menuntut ruangan yang tenang. Kipas berdiameter besar bekerja pada putaran rendah, dan itulah sebab utamanya jauh lebih hening daripada banyak kipas kecil yang harus berputar kencang.

Kubah tinggi menyimpan udara panas

Udara panas naik dan mengendap di bawah kubah. Kipas berdiameter besar mengaduk kembali kolom udara itu, sehingga panas yang menumpuk di atas tidak dibiarkan menggantung sepanjang hari.

Banyak masjid bersisi terbuka

Kalau sebagian dinding berupa bukaan atau teras yang menyatu, memasang AC di area itu hampir sia sia. Pembagian mana yang di-AC dan mana yang cukup dikipasi jadi bagian penting dari perencanaannya.

Pilihan unit

Tujuh tipe, dipilih dari bentuk dan tinggi ruangan

Tidak semua masjid bisa menggantung unit besar di rangka atapnya. Karena itu tersedia juga tipe yang berdiri di lantai dan tipe yang bisa dipindah pindah.

Kartu spesifikasi Large Industrial Ceiling Fan
1. Large Industrial Ceiling FanDigantung, diameter terbesar, untuk ruang salat utama yang lebar
Kartu spesifikasi Permanent Magnet Brushless DC Large Industrial Ceiling Fan
2. PM Brushless DC, tipe besarMotor tanpa sikat, lebih hemat daya dan lebih sedikit bagian yang aus
Kartu spesifikasi Permanent Magnet Brushless DC Ceiling Fan
3. PM Brushless DC, tipe menengahUntuk ruang salat yang lebih kecil, serambi, atau ruang serbaguna
Kartu spesifikasi Vertical Brushless DC Fan
4. Vertical Brushless DCBerdiri di lantai, untuk masjid yang rangka atapnya tidak menanggung beban gantung
Kartu spesifikasi Cylinder Brushless DC Fan tipe large wind
5. Cylinder, hembusan besarDiameter kecil dengan hembusan kuat, untuk teras dan area wudu
Kartu spesifikasi Cylinder Brushless DC Fan
6. CylinderBentuk ringkas untuk sudut yang tidak terjangkau kipas gantung
Kartu spesifikasi Mobile Brushless DC Fan
7. MobileBeroda dan bisa dipindah, berguna saat tarawih dan hari raya ketika jemaah meluber

Geser untuk melihat semua tipe

Angka diameter, kecepatan, dan daya tiap tipe terbaca pada kartunya. Perbandingan lini produknya secara umum, di luar konteks masjid, ada di halaman kipas industri.

Untuk pengurus yang perlu membawa angka ke rapat

Empat langkah, dan perhitungannya kami buat tertulis

Kami paham keputusan seperti ini biasanya dibahas bersama, bukan diambil satu orang. Karena itu yang kami kirim bisa langsung dibawa ke musyawarah pengurus.

  1. 1

    Kirim ukuran masjidnya

    Panjang, lebar, tinggi sampai plafon atau kubah, dan perkiraan jumlah jemaah saat Jumat. Sebutkan juga apakah ada sisi yang terbuka.

  2. 2

    Perhitungan dan pilihan

    Kami hitungkan kebutuhannya, lalu sajikan pilihan: sepenuhnya AC, kombinasi kipas dan AC, atau kipas saja, berikut perkiraan biaya beli dan gambaran biaya bulanan tiap pilihan.

  3. 3

    Survei dan pemeriksaan rangka

    Kekuatan titik gantung, tinggi bersih ke lantai, dan posisi lampu serta tata suara diperiksa di lokasi supaya tidak bentrok saat pemasangan.

  4. 4

    Pemasangan dan serah terima

    Dikerjakan tim kami, dijalankan di seluruh tingkat kecepatan, lalu serah terima berikut panduan pengoperasian yang bisa dipegang petugas masjid.

Pertanyaan yang paling sering masuk

Sebelum Anda mengisi formulir

Berapa biayanya untuk masjid kami?

Ditentukan ukuran masjid, tinggi kubah, jumlah unit, dan pekerjaan pemasangannya. Karena itu kami tidak memasang angka di halaman ini. Kirim ukuran masjid Anda lewat formulir, perhitungan berikut pilihan pilihannya kami kirimkan tanpa biaya, dalam bentuk yang bisa dibawa ke musyawarah pengurus.

Kalau masjid kami sudah punya AC, apakah perlu diganti?

Tidak selalu. Justru yang paling sering kami kerjakan adalah menambahkan kipas berdiameter besar pada masjid yang sudah ber-AC, supaya AC yang ada tidak perlu bekerja penuh dan sebarannya lebih merata sampai ke saf belakang. Unit AC yang sudah ada tetap dipakai.

Apakah kipasnya aman digantung di rangka atap masjid?

Ini yang pertama kami periksa saat survei, karena unit berdiameter besar bukan beban ringan dan ia berputar. Kalau rangkanya tidak memadai, kami sampaikan apa adanya dan mengarahkan ke tipe yang berdiri di lantai, bukan memaksakan pemasangan gantung.

Anginnya tidak mengganggu kekhusyukan?

Justru sebaliknya bila diatur benar. Kipas berdiameter besar berputar pelan dan menghasilkan aliran udara yang lembut menyebar, bukan tiupan kencang terarah seperti kipas kecil. Kecepatannya juga bisa diturunkan saat khutbah dan dinaikkan lagi setelahnya.

Bagaimana dengan teras dan area wudu?

Area terbuka seperti teras biasanya tidak masuk akal dipasangi AC. Untuk area itu tersedia tipe berdiameter kecil dengan hembusan kuat, atau tipe beroda yang bisa dipindah sesuai kebutuhan, misalnya saat tarawih ketika jemaah meluber ke luar.

Masjid kami di luar kota. Bisa dikerjakan?

Bisa. Kami mengerjakan proyek di berbagai daerah. Sebutkan lokasi masjid Anda di kolom pesan supaya kami bisa menjawab dengan pasti soal jadwal, pengiriman, dan biaya perjalanan tim, sehingga semuanya jelas sejak awal.

Langkah pertama

Kirim ukuran masjidnya, kami buatkan perhitungannya

Isi formulir ini dengan benar supaya tim kami bisa menghubungi Anda. Sebutkan ukuran ruang salat, tinggi sampai plafon atau kubah, dan perkiraan jumlah jemaah saat Jumat.

  • Dibalas pada jam kerja, Senin sampai Sabtu
  • Perhitungan disajikan sebagai beberapa pilihan, bukan satu penawaran saja
  • Data Anda hanya dipakai tim penjualan kami, tidak dibagikan ke pihak lain
Lebih suka bicara langsung? 0811 6565 387

Dengan mengirim formulir ini Anda setuju dihubungi tim penjualan PT Mechtron Mastevi Indonesia. Data Anda tidak dibagikan ke pihak lain.

Konsultasi dan survei gratis untuk masjid Anda Isi Formulir