Sistem-HVAC-di-Rumah-SakitSeberapa-Penting-(Part-I)

Sistem HVAC di Rumah Sakit : Seberapa Penting? (Part I)

Sistem HVAC di Rumah Sakit - Selain mengikuti perkembangan izin mudik 2021, tim Kontraktor HVAC juga mengikuti perkembangan berita covid di India. Dilansir dari berbagai media, kondisi di India kini semakin memprihatinkan. Hingga per 3 May 2021, kasus positive di India mencapai angka 400.000 perharinya. 

Dari angka ini tentu bisa dibayangkan fasilitas pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan di India. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan pasien dan melindungi petugas medis yang sedang bekerja.

"HVAC = Heating, Ventilating, & Air Conditioner / Sistem Tata Udara"

Berbicara soal rumah sakit, Kontraktor HVAC sebagai specialist tata udara, akan membahas (lagi) HVAC khusus untuk bangunan rumah sakit.  Sebagaimana yang kita tau, rumah sakit sebagai tempat berkumpulnya orang-orang sakit membutuhkan desain bangunan dan tata udara khusus untuk mempercepat proses penyembuhan dan penanganan lainnya yang dibutuhkan oleh pasien. 

Tidak hanya itu, hvac di rumah sakit dibutuhkan untuk mencegah penyebaran penyakit. Karena hal inilah diperlukan perancangan system tata udara untuk mencegah penyebaran penyakit. Perancangan sistem tata udara untuk sektor rumah sakit harus memperhatikan sederet karakteristik yang walaupun penting di sektor lain, harus mendapat perhatian lebih khusus lagi di sektor ini.

Karena khusus itulah maka pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menerbitkan beberapa standar dan kode aplikasi yang dikhususkan untuk desain, konstruksi dan pemeliharaan instalasi HVAC di rumah sakit. Salah satunya adalah Permenkes No. 24 Tahun 2016.

HVAC di Rumah Sakit atau di fasilitas kesehatan memainkan peran yang jauh lebih penting daripada sekadar memberikan kenyamanan kepada pasien dan tenaga medis yang bertugas. Peralatan medis di rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang sensitif terhadap suhu dan tingkat kelembapan dan membutuhkan kontrol udara yang sempurna agar berfungsi secara akurat. 

Lebih dari itu, kebutuhan akan ruangan dengan penggunaan yang sangat berbeda di rumah sakit, menambah kompleksitas tambahan pada desain untuk sistem ini. Perlu adanya zonifikasi dengan sangat jelas di berbagai ruang dan penggunaannya.

Di rumah sakit juga perlu disediakan ruangan tempat pasien dengan berbagai patologi yang dirawat dan diistirahatkan, di antaranya suatu kelompok yang mudah terpapar penyakit menular, yang memerlukan tingkat isolasi tertentu, serta ruang untuk pasien penderita depresi. Atau untuk sistem kekebalan tubuh yang lemah (seperti ruang perawatan intensif, atau ruang neonatal, ruang operasi), di mana diperlukan pencegahan datangnya patogen di rumah sakit. 

cara kerja hepa filter

Oleh karena itu, rumah sakit adalah tempat di mana konsentrasi patogen yang jauh lebih tinggi terakumulasi daripada rata-rata bangunan lainnya. Juga sebagian besar patogen ini bergerak dalam arus udara, membuat peralatan AC sangat sensitif untuk mengumpulkan patogen dalam jumlah besar dan bahkan berfungsi sebagai area untuk budidaya pathogen tadi.

Nah, kesemua resiko ini harus dihindari dengan desain fasilitas yang benar sehingga pasien, pekerja rumah sakit dan pengunjung terlindungi dari paparan patogen tersebut.

Untuk alasan ini, selain menyediakan kontrol suhu dalam sistem pendingin udara melalui dingin dan kontrol kelembaban, zonasi di area ini dengan tekanan berlebih juga punya peran pentin. Oleh karena itu, koherensi saat merancang zonasi setiap area harus ber-AC, serta mendesain dengan elemen yang mempertahankan tingkat kedap air yang benar. 

Dan pada saat yang sama juga dapat diakses dan dibangun dengan bahan yang bersih, sehingga dapat dengan mudah dilepas dan dibersihkan secara teratur.

Selain itu, penting untuk merancang dengan tingkat pasokan udara eksternal yang memadai dimana pasokan ini seringkali jauh lebih banyak dari pada jenis bangunan lain, serta tingkat penyaringan yang lebih lengkap, yang memungkinkan retensi maksimum partikel mikro tempat bakteri, jamur dan virus penyebab penyakit bisa mengendap.

Pertimbangan terpenting dalam perancangan system HVAC untuk bangunan rumah sakit ini adalah sebagai berikut:

1.      Filtrasi

Pada filtrasi, kita mengklasifikasikan tempat dan menggunakan HEPA filter di  tempat yang paling terbuka. Filtrasi ini bisa juga dikombinasi dengan sistem biosida seperti lampu ultraviolet dan sejenisnya. Tetapi perlu diingat bahwa meskipun bisa dikombinasikan, system biosida tidak pernah menggantikan system filtrasi.

2.      Sistem ventilasi

Sistem ventilasi di desian dengan pasokan udara luar yang signifikan. Studi yang tepat tentang lokasi pasokan udara eksternal dan intake pengusiran udara ke luar, untuk menghindari kontaminasi di luar gedung.

Baca Juga : Kontraktor Spesialis Ducting AC

3.      Mempelajari bangunan

Mempelajari bangunan yang harus bertekanan positif dan bertekanan negatif sesuai penggunaan serta mengontrol arah aliran udara sesuai spesifikasi. Juga menyertakan kontrol bau baik dalam filtrasi dan studi untuk arah aliran udaranya.

4.      Pemantauan tekanan kerja

Pemantauan tekanan kerja juga diperlukan untuk mendeteksi bila terjadi kegagalan dan untuk memeriksa efektivitas kebijakan layanan pemeliharaan.

5.      Studi aliran udara dan kecepatan udara

Studi aliran dan kecepatan udara di ruang kritis dengan mempertimbangkan posisi pasien. Dalam beberapa kasus, disarankan untuk menggunakan sistem dinding panas / dingin untuk meminimalkan aliran udara.

6. Spesifikasi unit 

Spesifikasi unit penanganan udara sesuai dengan persyaratan kesehatan, termasuk elemen pemulihan energi

7.Desain dan konstruksi

Desain dan konstruksi jaringan saluran untuk memudahkan pembongkaran dan pembersihan

Sesuai dengan standar yang sudah disebutkan, unit harus memiliki finishing yang higienis, yang bisa menghambat perkembangbiakan mikroorganisme dan berkontribusi pada pengendalian kualitas udara serta memfasilitasi kebersihan. Tidak hanya itu, finishing interior yang seragam, tanpa celah atau lipatan yang dapat menyebabkan pengendapan kondensat air juga perlu diperhatikan. 

Dengan cara ini, semua permukaan interior harus dilapisi dengan cat epoksi atau poliester, atau minimal terbuat dari baja yang tahan karat, benar-benar halus, dan harus dibangun agar elemen yang berbeda (filter, peredam, baterai penukar panas) dapat dilepas sendiri-sendiri. Pembersihan total disarankan agar dapat diakses oleh semua interior.

KONSULTASIKAN PROJEK ANDA KEPADA KAMI

Dengan pengalaman selama 15 tahun, kami dipercaya menyelesaikan berbagai projek tata udara  dalam hal Instalasi (Heating, Ventilating, & Air Conditioning) & Pengadaan 

Diantara nya : Rumah Sakit, Apartemen, Industri, Pemerintahan, Rumah Ibadah, Perumahan.

Isi form di bawah ini untuk  mendapatkan pelayanan terbaik dari kami

Write a Reply or Comment