Bagaimana Desain HVAC yang Baik Dapat Meningkatkan Produktivitas Kantor?

Solusi AC . Bangunan kantor digunakan untuk kegiatan bisnis, dan penghuni dapat menyelesaikan tugas mereka dengan lebih efisien jika merasa nyaman.

Apa saja factor kenyamanan tersebut? Dan bagaimana peran HVAC untuk meningkatkan produktivitas di kantor? Simak ulasannya berikut ini.

Dalam tahap desain proyek konstruksi, ada kesempatan untuk meningkatkan kinerja yang mencakup seluruh siklus hidup bangunan tersebut. Proyek memang sering dirancang hanya untuk memenuhi persyaratan minimum dalam syarat bangunan lokal.

Namun, desain yang melebihi syarat dapat memiliki pengembalian investasi yang sangat baik. Dalam bidang sistem HVAC, desain yang baik berarti penghematan energi dan lingkungan dalam ruangan yang lebih baik pula.

Bangunan kantor digunakan untuk kegiatan bisnis. Penghuninya dapat menyelesaikan tugas dengan lebih efisien jika merasa nyaman.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi kenyamanan tersebut adalah kualitas udara, suhu dalam ruangan, kecepatan udara, dan kualitas pencahayaan.

Dampak dari kesemuanya bukan hanya  untuk kenyamanan, tapi juga memengaruhi kesehatan manusia. 

Karena sistem yang mengontrol lingkungan dalam ruangan dirancang oleh insinyur, bekerja dengan perusahaan desain yang berkualifikasi tidak akan sia-sia.

Mendapatkan Suhu Udara Dalam Ruangan yang Tepat

Faktor-faktor subyektif turut berperan ketika berhadapan dengan kenyamanan manusia. Misalnya gini. Suhu yang terasa nyaman untuk satu orang mungkin terasa terlalu panas atau bahkan terlalu dingin untuk orang lain.

Karena alasan ini, tantangannya adalah mencapai suhu ruangan yang nyaman bagi sebanyak mungkin orang.

Organisasi penelitian seperti Lawrence Berkeley National Laboratory (LBNL) dan Institut Kesehatan Kerja Finlandia telah mempelajari bagaimana suhu dalam ruangan memengaruhi produktivitas, yakni :

  • Hasilnya bervariasi tergantung pada penelitian, tetapi produktivitas manusia cenderung memuncak dalam kisaran suhu 21 ° C hingga 25 ° C.

  • Efek yang tidak terlalu baik pada produktivitas kantor telah diamati dengan pengaturan termostat rendah seperti 17 ° C dan juga pengaturan tinggi seperti 30 ° C. Dalam penelitian ini, kerugian produktivitas mencapai 5% hingga 7%.

  • Secara umum, wanita cenderung lebih terpengaruh oleh suhu rendah, sedangkan pria lebih rentan terhadap suhu tinggi.

Berdasarkan hasil ini, sistem HVAC yang menjaga suhu dalam kisaran optimal adalah investasi yang menguntungkan. Untuk mencapai hal ini, beban pemanasan dan pendinginan harus dihitung secara akurat. 

Juga peralatan harus ditentukan sesuai dengan kapasitas yang tepat. Selain itu, pertimbangkan bahwa sistem HVAC memiliki banyak konfigurasi yang memungkinkan. Jadi, desain juga harus sesuai dengan kondisi yang ditemukan di gedung.

Meskipun dimungkinkan untuk menjadi produktif di kantor yang dingin atau panas, memastikan hal itu membutuhkan lebih banyak usaha.

Jika tugas yang sama dilakukan dengan suhu yang nyaman dan tidak nyaman, itu mungkin bisa dianggap lebih sulit. Hal ini juga dapat menyebabkan lebih banyak kelelahan mental.

Kualitas Udara Dalam Ruangan dan Kecepatan Udara, Penting kah?

Menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS, manusia di lokasi perkotaan menghabiskan 90% waktunya di dalam ruangan. Untuk membuat interior bangunan yang nyaman dan sehat, menjaga kualitas udara sangat penting.

Karbon dioksida cenderung mendapat perhatian paling besar. Tapi sebenarnya ada zat lain yang menjadi berbahaya pada konsentrasi yang jauh lebih rendah.

Misalnya, partikel (PM) dan senyawa organik volatil (VOC) telah dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan.

Polusi udara dengan bau yang kuat memang menyebabkan ketidaknyamanan. Tetapi indra penciuman tidak dapat diandalkan ketika berhadapan dengan kualitas udara.

Banyak zat berbahaya tidak berbau, dan beberapa VOC memiliki bau yang dianggap menyenangkan. Polutan udara menyebabkan iritasi pernafasan bahkan jika mereka tidak dapat dibaui, sesak napas pada pasien asma mungkin bisa kambuh.

Mengontrol kecepatan udara juga penting. Lingkungan berangin dapat menyebabkan masalah kesehatan dan ketidaknyamanan, meskipun jika kualitas udara tetap terkendali.

Masalah kecepatan udara sering disebabkan oleh kipas yang terlalu besar atau kurang terkontrol, atau dengan menggunakan saluran udara dengan ukuran yang salah. 

Jadi, sistem HVAC yang dirancang dengan baik dan hemat energi, akan menjaga lingkungan dalam ruangan yang membuat penghuninya tetap nyaman dan sehat.

Di gedung perkantoran, desain HVAC yang baik juga dapat meningkatkan produktivitas, sekaligus membantu penghuni merasa lebih baik di tempat kerja.

Preferensi suhu bervariasi, tetapi pemilik bangunan harus mengusahakan suhu yang dianggap nyaman bagi sebagian besar penghuni.

Hasil penelitian telah menemukan bahwa produktivitas manusia cenderung memuncak pada kisaran 21 ° C hingga 25 ° C. Sistem HVAC juga harus menghemat kualitas udara, sambil mencegah pergerakan udara dengan kecepatan tinggi.

Write a Reply or Comment