EER (Energy Efficiency Ratio) dan COP (Coefficient of Performance) itu Apa Sih? Apa Fungsinya?

Ahli ACSebagai pihak yang berpengalaman dalam industry tata udara, istilah EER dan COP tentu akrab dengan kehidupan sehari-hari. Namun untuk mereka yang tidak terlibat langsung dengan industry ini atau beberapa client masih asing dengan kedua istilah ini. Bagi mereka yang punya tingkat kekepoan yang tinggi, tak sungkan menanyakan ap aitu EER dan COP. Sebagian sudah mulai tercerahkan, namun setiap hari kami masih sering menerima pertanyaan serupa. Oleh karennya, untuk menghindari kesenjangan pengetahuan dan efesiensi waktu, maka kedua istilah itu kami ulas di sini.

Baiklah kita mulai dari EER.

EER atau Energy Efficiency Ratio merupakan perbandingan input daya dengan kapasitas pendinginan. Satuan yang digunakan untuk mengukur kapasitas pendingin tersebut menggunakan satuan Btu/h (British thermal units per hour) sedangkan satuan daya yang diukur menggunakan watt.

Akan lebih baik kalau Anda mencari AC dengan angka EER yang tinggi. Bila perlu tanyakan lebih mendetail kepada penjual AC mengenai angka EER yang dihasilkan oleh setiap AC. Hal ini dilakukan agar Anda bisa mendapatkan AC yang hemat energi pada penggunaannya.

Namun biasanya, ada beberapa produsen AC yang tidak mencantumkan angka EER di dalam produk mereka. Sebagai gantinya, ada yang menggunakan Coefficient of Performance (COP). COP ini memiliki satuan W/W. Meski hanya ada angka COP, tapi sebenarnya angka tersebut bisa dikonversikan ke EER. Mengonversikan COP ke EER bisa dengan mengalikan angkanya dengan 3,41 dengan menggunakan rumus EER = COP x 3,41.

Ada juga produsen AC yang mencantumkan nilai EER tapi dengan menggunakan satuan W/W. Tentu saja itu bukan angka EER yang tepat. Karena itu, untuk mendapatkan angka EER yang tepat harus dengan menggunakan rumus seperti di atas, dengan mengalikan angka 3,41 pada angka COP.

Tapi tenang saja karena sekarang ini juga sudah banyak produsen AC yang mencantumkan keduanya. Banyak mayoritas produsen AC yang mencantumkan angka EER dan COP pada brosur saat menawarkan produknya.

Selain itu, banyak iklan yang menawarkan AC hemat listrik kini memiliki angka EER yang tinggi. Jadi tidak hanya penggunaan daya yang rendah saja. Tapi ada juga kabar buruk di mana angka COP dan EER bisa saja tidak terstandarisasi. Perbedaan tata ruang, temperatur di dalam dan luar ruangan, cara data diambil, dan banyak faktor eksternal lain di luar AC bisa mempengaruhi angka EER, terlebih lagi untuk AC inverter dengan konsumsi daya yang dinamis.

Sekarang kita beralih ke COP

COP atau Coefficient of Performance dari pompa panas merupakan rasio pendinginan atau pemanasan yang disediakan sebagai kebutuhan kerja. Angka dari COP berbanding terbalik dengan biaya operasionalnya. Yang berarti, jika COP memiliki angka yang lebih tinggi, maka biaya operasional yang dibutuhkan akan jadi lebih rendah.

Jadi, COP dan EER itu sebenernya menunjukkan seberapa efisien ACnya. Sebagai contoh, AC Daikin Premium Inverter 1PK FTKM25SVM4 dia 2.5KW watt-nya 520 jadi cara hitung COP adalah KiloWatt AC dibagi Watt, maka 2.5Kw = 2500 dibagi 520 dapatlah angka 4.807 yang dibulatkan menjadi 4.81

Jika dibandingkan dengan Inverter Flash 1PK FTKQ25SVM4 dia 2.65KW watt-nya 810 = 3.27

Maka, secara kinerja pemakaian listrik sudah jelas terlihat kalau AC Daikin Premium Inverter akan meng-konsumsi listrik lebih kecil di power yang sama.

Inipun sesuai dengan spesifikasi AC-nya

AC Daikin Premium Inverter 1PK FTKM25SVM4 (Btu 8.500 [4.100 – 12.300], Watt 520 [185 – 920], COP 4.81, EER – 16.35) – Rp. 7.525.000,-

Jadi di saat AC mengeluarkan kemampuan maksimal di Btu 12.300 dia hanya meng-konsumsi daya 920 Watt.

Saat AC-nya bekerja minimum hanya mengeluarkan tenaga sebesar 4.100 Btu dia hanya perlu tarik listrik sebesar 185 Watt.

Mari kita bandingkan dengan Daikin Inverter Flash 1PK FTKQ25QVM4

AC Daikin Inverter Flash 1 PK FTKQ25SVM4 (Btu 9.000 [3.400 – 9.900], Watt 810 [220 – 990], COP – 3.27, EER – 11.11) – Rp. 4.625.000,-

Saat AC mengeluarkan Btu maksimal di angka 9.900 Btu, AC akan butuh daya 990 Watt.

Saat AC bekerja minimum di Btu 3.400, dia masih membutuhkan daya 220 Watt.

Jadi jelas ya kenapa AC Daikin Premium Inverter jauh lebih mahal daripada AC Daikin Inverter Flash? Karena yang premium inverter bisa mengeluarkan tenaga sebesar 12.300 Btu Vs 9.900 Btu, dia pun butuh daya listrik yang lebih kecil dibanding AC Daikin Inverter Flash.

Maka kesimpulannya, COP dan EER itu adalah angka yang menunjukkan seberapa hemat ACnya mengkonsumsi daya listrik di Btu tertentu atau di Kilowatt power tertentu.

Sekian penjelasan dari Kontraktor HVAC tentang COP dan EER. Semoga membantu.

KONSULTASIKAN PROJEK ANDA KEPADA KAMI

Dengan pengalaman selama 15 tahun, kami dipercaya menyelesaikan berbagai projek tata udara  dalam hal Instalasi (Heating, Ventilating, & Air Conditioning) & Pengadaan 

Diantara nya : Rumah Sakit, Apartemen, Industri, Pemerintahan, Rumah Ibadah, Perumahan.

Isi form di bawah ini untuk  mendapatkan pelayanan terbaik dari kami

Write a Reply or Comment