Mengapa Rumah Butuh Kelembaban? Ini 5 Alasannya

Mengapa Rumah Butuh Kelembaban? Ini 5 Alasannya

Berbicara mengenai humidity atau kelembaban, sekilas yang terlintas adalah kelembaban pada kulit. Hal itu tentu tidak salah. Tapi, Kontraktor HVAC ngga bahas lebih lanjut tentang kelembaban kulit, karena kita adalah specialist Tata Udara, hehe

Dalam tata udara, kelembaban turut pula diatur agar ruangan nyaman digunakan sebagaimana mestinya. Beda penggunaan, beda tingkat kelembabannya. Misal, kelembaban yang disarankan untuk fasilitas kesehatan adalah di kisaran 40-60%. Sedangkan untuk kelembaban di hunian adalah sekitar 45-65%.

Jika angkanya terlalu rendah, jamur akan mudah berkembang biak dan jika angkanya terlalu tinggi, yang dikhawatirkan adalah adanya masalah pada pernafasan. Kalau sudah begini, masih menganggap kelembaban ngga penting. Salah besar sih ini.

Selain karena 2 hal tadi, kelembaban dalam rumah idealnya harus tetap dijaga karena 4 alasan berikut ini. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Bagaimana pelembapan meningkatkan kenyamanan rumah Anda

listrik statis

1. Mencegah listrik statis

Di bulan-bulan musim hujan kaya gini, ngga heran kalo kamu ataupun anggota keluarga kesetrum setiap kali menyentuh sesuatu yang dari logam. Apalagi kalo abis jalan melintasi karpet.

Ya, hal itu bisa aja  terjadi karena ketidakseimbangan listrik antara tubuh dan lingkungan kita, yang menjadi lebih tinggi saat kelembapan relatif udara terlalu rendah. Kalo ini terjadi secara terus-menerus, ya siap-siap aja untuk menjadi bagian dari eksperimen sains yang kejam dari seseorang haha.

Jika kelembabab di rumah kita stabil, dapat mencegah penumpukan listrik dan menghindari dan mencegah listrik statis atau kesetrum tadi. 

kualitas udara di rumah

2. Meningkatkan kualitas udara

Udara kering (dengan kelembapan relatif di bawah sekitar 30 persen) dikaitkan dengan banyak masalah kualitas udara yang menyebabkan ketidaknyamanan, termasuk mata perih, kulit gatal, tenggorokan kering, hidung tersumbat, dan sakit kepala.

Selain itu, bau-bauan juga lebih menyengat di udara kering. Tingkat kelembapan yang rendah pun dapat membuat kita merasa lebih dingin, yang kemungkinan besar akan bergantung pada termostat! Menggunakan humidifier adalah solusi untuk menghemat energi dan membuat kita lebih nyaman.

kesehatan keluarga Anda

3. Menjaga kesehatan keluarga Anda

Bukan rahasia umum lagi bahwa udara kering dapat membantu memperbanyak dan menyebarkan bakteri dan virus penyebab infeksi saluran pernapasan. Itulah salah satu alasan mengapa kita sepertinya terkena flu.

Udara kering memang berbahaya bagi penderita asma dan masalah pernapasan lainnya, serta bagi anak kecil dan orang tua.

Menambahkan pelembapan atau humidifier ke udara, dan mengontrol level dengan benar agar tetap di sekitar 40 hingga 50 persen, dapat membantu mencegah penyebaran penyakit dan menjaga keluarga Anda lebih sehat di musim dingin ini.

Meningkatkan kualitas tidur

4. Meningkatkan kualitas tidur, suasana hati, dan energi

Sadar atau engga, suasana hati kita dapat dipengaruhi oleh cuaca. Yha kalo lagi panas terik, kita jadi lebih gampang emosian. Kalo pas lagi sejuk, hati juga ikut adem hehe. Tapi selain cuaca, tingkat kelambaban atau humidifikasi juga berpengaruh ke kualitas tidur, memori, emosi juga tingkat energy.

Jika sering merasa ngantuk, mudah tersinggung, dan kehabisan energi, menambahkan humidifier ke rumah bisa cukup membantu, sih.

Mencegah kerusakan pada perabot

5. Mencegah kerusakan pada perabot

Nah, ini kalo tingkat kelembaban yang terlalu rendah, sering kan kecium bau apek? Bahkan apeknya disertai keberadaan jamur yang menggaggu.

Memang, kelembaban yang relative terlalu rendah ngga hanya ngerusak kesehatan dan keadaan emosi kita. Perabotan rumah, benda-benda berharga seperti furnitur, lukisan, lantai, dan kayu dapat mengering dan retak jika terlalu sedikit kelembapan di udara.

Untuk melindungi investasi barang-barang tadi, pertimbangkan untuk berinvestasi dalam sistem humidifikasi sentral untuk rumah.

Sebentar! Humidifikasi central? Apa itu? Emang bisa membantu?

Jadi, sistem humidifikasi sentral dipasang ke unit AC serta plumbing. Perangkat yang mirip dengan termostat (disebut humidistat) ini memantau tingkat kelembapan di udara, sehingga udara di rumah dapat dipertahankan pada tingkat kelembapan yang ideal untuk kenyamanan yaitu antara 35 dan 50 persen.

Saat udara terlalu kering, humidifier menambahkan kelembapan dalam bentuk uap air ke udara yang diedarkan ke seluruh rumah oleh sistem HVAC yang terinstal.

Sistem humidifikasi ini akan menggunakan air dan heater untuk menghasilkan kelembaban, dan mengedarkannya bersama dengan udara hangat melalui rumah kita, melalui saluran udara.

Tidak seperti humidifier biasa yang bekerja hanya untuk satu ruangan, sistem humidifikasi central mengontrol seluruh ruangan dalam rumah, sehingga menjadikannya sangat efisien. Kita bisa bebas dari kekhawatiran kesehatan dan unit humidifier sama sekali tidak terlihat. Jadi ngga perlu repot untuk peletakan unit dan kita akan aman dari masalah estetika.

Selain itu, kita tidak perlu menambahkan air karena sudah melekat pada pipa plumbing. Hanya saja, kita harus membersihkan unit kepada ahlinya secara teratur dan sebagaimana idealnya.

Baiklah. Setelah membaca ulasan ini, semoga ngga ada lagi yang salah paham soal kelembaban yang ternyata ngga hanya untuk kulit saja. Yuk, jaga dan maintenance kelembaban bersama kami, Kontraktor HVAC. 

KONSULTASIKAN PROJEK ANDA KEPADA KAMI

Dengan pengalaman selama 15 tahun, kami dipercaya menyelesaikan berbagai projek tata udara  dalam hal Instalasi (Heating, Ventilating, & Air Conditioning) & Pengadaan 

Diantara nya : Rumah Sakit, Apartemen, Industri, Pemerintahan, Rumah Ibadah, Perumahan.

Isi form di bawah ini untuk  mendapatkan pelayanan terbaik dari kami

Write a Reply or Comment