Meningkatkan Kualitas Udara Dalam Ruangan untuk Membuat Bangunan Lebih Sehat

Selain karantina, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah kebijakan yang mulai diterapkan di banyak kota di Indonesia.

Kedua kebijakan ini mengharuskan kita untuk melakukan aktivitas di rumah. Mulai dari bekerja, belajar, hingga transaksi ataupun belanja kebutuhan pokok, semua dilakukan di rumah.

Tidak heran, sebagian dari kita menghabiskan waktu sekitar 90% di dalam ruangan. Tapi, cukupkah kualitas udara dalam ruangan untuk kita hirup sehari-hari?

Nyatanya, polusi udara dalam ruangan bisa lebih tinggi dari luar ruangan. Udara dalam ruangan biasanya 2 hingga 5 kali lebih tercemar daripada udara luar. Ini dikarenakan udara dalam ruangan biasanya merupakan campuran polutan luar seperti yang berasal dari kendaraan atau pabrik. Selain itu, udara dalam ruangan juga berisi kontaminan dalam ruangan seperti sumber pembakaran dan emisi dari bahan bangunan, perabotan dan peralatan elektronik.

Tidak jarang, udara dalam ruangan juga terkontaminasi virus. Virus hanyalah salah satu dari banyak ancaman di udara yang mempengaruhi manusia. Bahaya lain yang berasal dari biologis adalah termasuk bakteri, spora kapang , tungau debu dan serbuk sari.

Efek kesehatan negatif juga telah diidentifikasi untuk zat-zat seperti volatile organic compound (VOC), partikulat (PM) dan nitrogen oksida (NOx). 

Karbon monoksida sangat berbahaya, karena konsentrasi hanya 1% di udara menyebabkan hilangnya kesadaran dalam beberapa menit, dan kemungkinan kematian.

Setiap desain bangunan memang unik, tetapi ada tiga strategi utama untuk meningkatkan kualitas udara:

  1. Menghilangkan sumber-sumber polusi udara dalam ruangan, atau meminimalkannya jika pemindahan total tidak memungkinkan.
  2. Menggunakan ventilasi alami dan mekanis untuk secara konstan mengganti udara lama dengan udara luar yang segar. Hal ini dapat mengurangi tingkat polusi udara dengan pengenceran dan ekstraksi.
  3. Memurnikan udara dalam ruangan secara langsung dengan metode yang menangkap atau menghancurkan polutan. Ini termasuk penyaringan, pemurnian kimia, dan pemurnian ultraviolet.

Cara yang paling hemat biaya adalah meminimalkan sumber polusi udara terlebih dahulu. Baru kemudian bisa mengoptimalkan ventilasi dan pemurnian udara.

Menghilangkan Sumber Polusi Udara pada Bangunan

Upaya yang saat ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas udara berfokus pada pencegahan virus corona. Namun, ada banyak bahaya lain di udara yang sering diabaikan.

Misalnya, senyawa organik yang mudah menguap dikeluarkan dengan gas oleh banyak bahan konstruksi dan furnitur, terutama saat baru.

Kualitas udara dalam ruangan dimulai dengan memilih bahan konstruksi yang tepat selama fase desain. Sebenarnya, banyak bahan konstruksi umum sekarang tersedia dalam versi VOC rendah.

Jika Anda berencana untuk mendapatkan sertifikasi LEED untuk proyek bangunan Anda berikutnya, material beremisi rendah ini dapat membantu Anda mencetak poin.

Semua peralatan dan peralatan yang menggunakan pembakaran harus memiliki ventilasi yang memadai, karena pembakaran melepaskan banyak zat berbahaya. Karbon monoksida sangat berbahaya, karena sangat beracun bagi manusia.

Kelembaban udara bukan merupakan polutan, tetapi kualitas udara dipengaruhi secara negatif ketika kelembaban tidak terkontrol.

Organisme berbahaya seperti jamur, tungau debu, dan bakteri tumbuh subur dengan tingkat kelembaban tinggi.

Di sisi lain, virus dan partikel berbahaya lainnya tetap berada di udara lebih lama dengan kelembaban rendah. Untuk alasan ini, US EPA dan ASHRAE merekomendasikan kelembaban relatif 30% hingga 60%. 

  • Komunitas ilmiah masih menganalisis dan memperdebatkan efek kelembaban pada coronavirus baru.
  • Namun, banyak virus menjadi kurang menular pada nilai kelembaban relatif mendekati 50%. Perilaku ini belum dipelajari di SARS-CoV-2, tetapi ada bukti bahwa coronavirus lain menjadi kurang menular dengan kelembaban sedang.

Terlepas dari bagaimana kelembaban udara mempengaruhi coronavirus baru, manfaat kualitas udara menjaga RH moderat telah banyak dipelajari.

Meningkatkan Kualitas Udara dengan Ventilasi yang Lebih Baik

Sistem ventilasi gedung biasanya dirancang dengan nilai aliran udara preskriptif dari standar ASHRAE. Nilai-nilai ini telah ditentukan secara eksperimental oleh ASHRAE, berdasarkan jenis bangunan, luas lantai, dan jumlah penghuni.

Namun, ini adalah pendekatan desain tidak langsung, karena sistem ventilasi tidak merespons langsung ke tingkat polusi udara.

Fitur desain berikut dapat membuat sistem ventilasi lebih pintar, dan lebih mampu mengendalikan kualitas udara dalam ruangan:

  • Menggunakan sensor polusi udara untuk terus memantau kualitas udara.
  • Menganalisis pengukuran polusi udara dengan sistem kontrol cerdas.
  • Meningkatkan tingkat ventilasi ketika peningkatan tingkat polusi terdeteksi.
  • ASHRAE menyetujui metode ini, dan pedoman desain disediakan dalam Standar 62.1.

Banyak kode bangunan telah menetapkan nilai aliran udara preskriptif dari ASHRAE sebagai persyaratan minimum.

Saat menggunakan kontrol ventilasi cerdas, mereka harus dikonfigurasikan untuk tidak pernah mengurangi aliran udara di bawah nilai yang diperlukan oleh kode.

Untuk menangani patogen melalui udara, kombinasi penyaringan dan radiasi ultraviolet merupakan tambahan yang efektif untuk sistem ventilasi:

  • Filter Efisiensi Udara Partikulat Tinggi (HEPA) menangkap 99,97% partikel dengan diameter 0,3 mikron.
  • Penyaringan dapat dikombinasikan dengan Ultraviolet Germicidal Irradiation (UVGI), yang menghancurkan DNA dan RNA virus dan bakteri.

Peningkatan kualitas udara dalam ruangan dapat membantu mengendalikan penyakit pernapasan dalam membangun interior.

Namun, perlu diingat bahwa langkah-langkah IAQ bukan pengganti pedoman dari otoritas kesehatan, seperti jarak sosial dan cuci tangan yang sering.

KONSULTASIKAN PROJEK ANDA KEPADA KAMI

Dengan pengalaman selama 15 tahun, kami dipercaya menyelesaikan berbagai projek tata udara  dalam hal Instalasi (Heating, Ventilating, & Air Conditioning) & Pengadaan 

Diantara nya : Rumah Sakit, Apartemen, Industri, Pemerintahan, Rumah Ibadah, Perumahan.

Isi form di bawah ini untuk  mendapatkan pelayanan terbaik dari kami

Write a Reply or Comment