Mengenal AC Central dengan Sistem Air dan Refrigerant

Pengertian Sistem Instalasi AC Central Dan Jasa PemasanganApa yang di maksud dengan Instalasi AC Central – Beberapa waktu lalu, Tim Kontraktor HVAC melakukan survey ke salah satu lokasi project. Dalam kesempatan itu Tim Kontraktor HVAC bertemu dengan beberapa stakeholder terkait project yang merupakan client baru dari Kontraktor HVAC. Client baru ini ternyata menginginkan AC untuk supermarket berlantai dua dengan sistem Ducting alias AC Central.

Memang, AC Ducting atau AC Central saat ini menjadi salah satu jenis sistem pendingin ruangan yang sedang jadi anjungan. Ia merupakan pendingin ruangan yang dikontrol dari satu titik atau tempat yang kemudian didistribusikan secara terpusat ke seluruh isi ruangan. Tentunya, dengan kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan dan isinya.

AC Central juga dilengkapi dengan komponen ducting berbahan PU/PIR atau Seng BJLS.  Nah, fungsi dari komponen tambahan ini adalah untuk mendistribusikan atau menyalurkan fluida dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Jenis penyejuk ruangan ini sudah banyak diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan ruangan dari residential hingga industrial. Untuk industrial, AC Central bisa diaplikasikan di Mall, Bandara, Hotel, Coffee Shop, hingga Supermarket seperti client yang Kontraktor HVAC sebutkan di atas tadi. Sedangkan untuk residential, AC Central kini juga bisa diaplikasikan di rumah-rumah yang menginginkan pendingin ruangan tanpa merusak estetika interiornya.

Untuk penggunaan di ranah industrial, sistem AC Central yang ada di pasaran saat ini ada 2. Mereka adalah:

  1. Sistem Air, dan
  2. Sistem Refrigerant

Sesuai dengan namanya, pada sistem air, media pembawa dingin yang dialirkan ke dalam ducting distribusi adalah air. Sedangkan pada sistem refrigeran, media yang dipakai untuk membawa dingin adalah refrigeran.

AC central dengan media air memiliki kelebihan yang bisa digunakan dalam skala besar seperti gedung bertingkat atau mall yang berukuran besar. Sedangkan yang bermedia refrigeran, hanya dapat digunakan untuk gedung atau ruangan yang jarak antara indoor dan outdoornya tidak terlalu jauh.

AC Central dengan Sistem Air

Sistem AC Central dengan menggunakan air adalah sebuah sistem AC Central yang menggunakan media air sebagai pembawa dinginnya.

Dalam skala kecil, unit indoor yang digunakan adalah Fan Coil Unit. Sedangkan pada skala besar, unit yang digunakan adalah Air Handling Unit.

Untuk mendinginkan air yang akan didistribusikan, kita bisa menggunakan Chiller. Tugasnya adalah tentu saja memindahkan panas yang didapat dari sirkulasi di dalam ruangan ke sistem sirkulasi luar gedung, sebelum didinginkan dengan cooling tower. Chiller ini berfungsi sebagai unit outdoor pada AC Central dengan sistem air. Komponennya terdiri dari kompresor, kondensor, alat ekspansi dan evaporator. Adapun kondensor yang umumnya dipakai oleh chiller adalah water cooled condenser. Air untuk mendinginkan kondensor dialirkan melalui pipa yang kemudian outputnya didinginkan kembali secara evaporative cooling pada cooling tower. Apa itu cooling tower? Tenang, pembahasannya ada setelah beberapa paragraph di bawah.

Untuk komponen evaporatornya, jika menggunakan sistem indirect cooling maka fluida yang didinginkan tidak langsung udara, melainkan air yang dialirkan melalui sistem pemipaan. Selanjutnya, air yang mengalami pendinginan pada evaporator dialirkan menuju sistem penanganan udara (AHU) menuju koil pendingin.

Nah, sampailah kita pada pembahasan AHU. Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini adalah menyedot udara dari ruangan (return air) yang kemudian dicampur dengan udara segar dari lingkungan dengan komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan. Campuran udara tersebut masuk menuju AHU melewati filter, fan sentrtifugal dan koil pendingin. Setelah itu udara yang telah mengalami penurunan temperature didistribusikan secara merata ke setiap ruangan melewati saluran udara (ducting) yang telah dirancang terlebih dahulu sehingga lokasi yang jauh sekalipun bisa terjangkau.

Di dalam AHU masih terdapat beberapa komponen untuk mendukung kinerjanya. Kontraktor HVAC sudah menyebutkannya di atas tadi. Dan berikut adalah penjelasannya

  1. Filter, yang merupakan penyaring udara dari kotoran, debu, atau partikel-partikel lainnya sehingga udara yang dihasilkan bisa lebih bersih
  2. Centrifugal fan, merupakan kipas/blower sentrifugal yang berfungsi untuk mendistribusikan udara melewati ducting menuju ruangan-ruangan, dan
  3. Koil pendingin adalah komponen yang berfungsi menurunkan temperatur udara

Karena AC Central dengan sistem air mampu membawa kalor dari satu titik ke titik lainnya lebih tahan lama dibanding menggunakan sistem refrigeran, Kontraktor HVAC menyarankan  agar sistem ini diterapkan pada gedung bertingkat, mall yang besar, stadium, pabrik, bandara, terminal kereta, dan bangunan yang tergolong besar lainnya. Namun perlu menjadi catatan juga bahwa jika AC Central dengan sistem ini mengalami kerusakan, maka semua ruangan tidak akan merasakan udara sejuk. Selain itu, jika temperature udara terlalu rendah atau dingin, maka pengaturannya harus pada thermostat di koil pendingin yang terdapat pada komponen AHU tadi.

Ohya. Pada AC Central dengan sistem air, ada komponen lain selain chiller, AHU dan coil unit. Ia adalah cooling tower. Fungsinya, tidak lain sebagai alat untuk mendinginkan air panas dari kondensor dengan cara dikontakkan langsung dengan udara secara konveksi paksa menggunakan fan/kipas.

Proses awalnya terjadi dalam satu siklus tertutup yang menggunakan fluida kerja berupa refrigerant yang mengalir dalam system pemipaan yang terhubung dari satu komponen ke komponen lainnya. Proses ini dinamakan kompresi uap yang terdiri dari kompresi, kondensasi, ekspansi, dan evaporasi. Komponen pada cooling tower seperti nozzle, fan/blower, bak penampung, juga casing akan berperan dalam keseluruhan proses ini.

Seperti yang sudah dijelaskan, kondensor pada chiller umumnya berbentuk water-cooled condenser yang menggunakan air untuk proses pendinginan refrigerant. Bentuk konstruksinya berupa shell & tube dimana air mengalir memasuki shell/ tabung dan uap refrigeran superheat mengalir dalam pipa yang berada di dalam tabung sehingga terjadi proses pertukaran kalor.

Uap refrigeran superheat berubah fasa menjadi cair yang memiliki tekanan tinggi mengalir menuju alat ekspansi, sementara air yang keluar memiliki temperatur yang lebih tinggi. Karena air ini akan digunakan lagi untuk proses pendinginan kondensor, maka tentu saja temperaturnya harus diturunkan kembali atau didinginkan pada cooling tower.

Nah, langkah pertamanya adalah dengan memompa air panas tersebut menuju cooling tower melewati system pemipaan yang pada ujungnya memiliki banyak nozzle untuk tahap spraying atau semburan. Air panas yang keluar dari nozzle secara langsung  dialirkan melalui atau berlawanan dengan arah jatuhnya air panas karena pengaruh fan/blower yang terpasang pada cooling tower.

Untuk menguapkan 1 kg air diperlukan kira-kira 600 kcl dengan mengeluarkan kalor laten, dengan menguapkan sebagian dari air maka bagian besar dari air pendingin dapat didinginkan. Jadi misalnya 1 % dari air dapat diuapkan, air dapat diturunkan temperaturnya sebanyak 6C dengan menara pendingin. Sistem ini sangat efektif dalam proses pendinginan air karena suhu kondensasinya sangat rendah mendekati suhu wet-bulb udara.

Air yang sudah mengalami penurunan temperature ditampung dalam bak/basin untuk kemudian dipompa kembali menuju kondensor yang berada di dalam chiller. Pada cooling tower juga dipasang katup make up water yang dihubungkan ke sumber air terdekat untuk menambah kapasitas air pendingin jika terjadi kehilangan air ketika proses evaporative cooling tersebut.

Hasil kinerja menara pendingin biasanya dinyatakan dalam range dan approach. Di mana range adalah penurunan suhu air yang melewati cooling tower dan approach adalah selisih antara udara suhu udara wet-bulb dan suhu air yang keluar. Perpindahan kalor yang terjadi pada cooling tower berlangsung dari air ke udara tak jenuh.

Berdasarkan beberapa project sebelumnya, Kontraktor HVAC menyimpulkan bahwa ada dua penyebab terjadinya perpindahan kalor yaitu perbedaan suhu dan perbedaan tekanan parsial antara air dan udara. Suhu pengembunan yang rendah pada cooling tower membuat sistem ini lebih hemat energi jika digunakan untuk system refrigerasi pada skala besar seperti chiller. Namun, salah satu kekurangannya adalah bahwa sistem ini tidak praktis karena jarak yang jauh antara chiller dan cooling tower sehingga memerlukan system pemipaan yang relative panjang. Selain itu juga biaya perawatan cooling tower cukup tinggi dibandingkan system lainnya.

Sebagai gambaran bagi yang ingin merencanakan pendinginan dengan Cooling Tower, berikut data yang bisa Kontraktor HVAC sajikan.

Persyaratan Bagi Menara Pendingin (Cooling Tower)

Kondisi nominal dari menara pendingin

Kapasitas menara pendingin 1 ton refrigrasi di standarisasikan menurut The Jap Anese Cooling tower Industry Association, sebagai berikut :

1 ton refrigrasi 390 kcal/jam pada kondisi :

temperature bola basah 27o C

temperature air masuk 37o C

temperature air keluar 32o C

Volume aliran air 13 liter/menit.

Dengan catatan, standar tersebut menentukan kinerja menara pendingin.

AC Central dengan Sistem Refrigerant

Pada sistem refrigerant, unit AC Central yang biasa dikenal adalah Split Duct. Prinsip kerjanya hampir sama dengan sistem ducting/pipa dan pada tiap tiap keluaran udaranya menggunakan diffuser. Adapun untuk mengatur besar kecilnya udara yang keluar digunakan element khusus yang disebut damper.

AC Central dengan sistem refrigerant ini kini juga banyak dilirik client Kontraktor HVAC karena pendistribusian dinginnya merata pada setiap ruangan. Komponen yang dipakai juga ga terlalu banyak karena hanya menggunakan unit indoor, condensing unit/outdoor AC dan ducting AC atau saluran AC.

Kontraktor HVAC menyarankan agar AC Split duct ini digunakan untuk keperluan mini market, klinik, sekolah/universitas, ruangan kantor dan bangunan lainnya yang luasnya masih bisa dijangkau dengan saluran AC. Lebih jauh, penggunaan AC Central dengan sistem refrigerant ini juga bisa diaplikasikan di residential. Seperti yang terinstall di Jln. T. Amir Hamzah No 38. A berikut ini. Untuk sistem ini, client menggunakan AC Central khusus residential dari Daikin, Daikin Pro-Shop. 

 

Sistem Ducting AC
Sistem Ducting AC

Kalau kita bandingkan dengan jenis AC lainnya, AC ducting memiliki banyak kelebihan. Beberapa di antaranya adalah

  • Minimalis suara bising

Selama menjalankan fungsinya, ac jenis ducting tidak menimbulkan suara yang sangat berising layaknya ac jenis lainnya. Komponen ac jenis ini jalannya sangat halus bahkan ketika terjadi masalah atau trouble tidak menimbulkan suara bising atau berisik.

  • Ruangan terlihat lebih rapi

Karena instalasinya tidak begitu terlihat, ruangan yang dipasang pendingin jenis ac ducting akan terlihat jauh lebih rapi. Tidak aka nada instalasi kabel atau pipa yang terlihat tidak rapi layaknya jenis pendingin ruangan lainnya. Perlu diketahui bahwa dalam pemasangan penyejuk ruangan instalasi akan dilakukan di dalam maupun di luar ruangan.

  • Instalasi indoor tidak terlihat

Kelebihan AC split duct yang selanjutnya adalah instalasi dalam ruangan atau indoor yang tidak terlihat. Kabel-kabel yang diperlukan dalam proses instalasi ac ducting dibungkus dalam pipa yang tersusun rapi. Tipe ac ini juga tidak membutuhkan banyak komponen atau kabel instalasi sehingga terlihat lebih sederhana.

 

Demikian penjelasan panjang tentang AC Central. Sistem dan unit yang digunakan kini memang banyak mengalami perubahan. Oleh karenanya, pengetahuan akan kebutuhan sangat dibutuhkan sebelum pengambilan keputusan. Dengan adanya uraian ini semoga bisa membantu beberapa dari kalian yang berencana menginstall sistem pendingin AC Central. Jika ada kebutuhan atau perbaikan, silakan hubungi nomor di bawah dan tim Kontraktor HVAC siap membantu.

1 comment

  1. Gudang kami volumenya panjang x lebarx tinggi = 1500 meter kubik, kalau kami ingin pasang ac sentral berapa biayanya pemasangannya, berapa listrik yang dibutuhkan ?

    Reply

Write a Reply or Comment